Web
Analytics

Trend kecenderungan sekarang ini adalah orang lebih memilih pengobatan alami daripada kimia, sebenarnya antara pengobatan kimia dan natural memiliki fungsi yang saling mendukung, pengobatan kimia lebih unggul untuk kasus kasus yang butuh penanganan cepat, karena sifat dari kimia yang langsung ke sumber sakit, tapi untuk terapi jangka panjang obat obat an kimia dapat mempengaruhi kerja organ yang sehat. Berbeda dengan terapi herbal butuh waktu yang lebih lama untuk melakukan proses penyembuhan, karena  herbal bekerja secara holistic dengan mengaktifkan organ organ tubuh untuk dapat melakukan proses penyembuhan sendiri, keunggulanya lebih cocok di manfaat kan  sebagai terapi jangka panjang karena factor resiko yang lebih  kecil.

Semua tanaman herbal pada prisnsipnya mengandung senyawa aktif yang sama dengan obat, untuk itu  juga di perlukan herbal yang aman untuk terapi jangka panjang, salah satunya adalah kelor, kandungan asam amino serta multivitamin dalam kelor sangat bermanfaat sebagai makanan terapi.

Mengapa di sebut kelor sebagai makanan terapi, karena kelor seperti halnya sayur sayura an lainya sudah biasa di kosumsi oleh masyarakat Indonesia, di sebut terapi karena kandungan asam amino yang komplit yang dapat memasok kebutuhan nutrisi untuk regenerasi sel tubuh, bahkan departemen kesehatan dan BPOM sudah mengkategorikan kelor sebagai makanan bukan obat.

Untuk mendapatkan hasil yang baik di ajurkan untuk mengkosumsi herbal yang mendekati bentuk aselinya tanpa melalui banyak proses karena proses yang panjang dapat mengakibatkan kandungan senyawa rusak atau berubah, di samping itu untuk bekerja secara optimal vitamin butuh katalisator, ini bisa di dapat dari senyawa semua bagian tanaman , tanaman herbal umumnya berasal dari semua bagian tanaman, bukan hasil ekstraksi isolasi mengenai bahan aktif nya saja.berikut ini adalah senyawa senyawa yang terkandung dalam tanaman herbal :

Berdasar ka nasal mula biosintesisnya, metabolit sekunder terbagi menjadi 3 kelompok besar, terpenoid dan steroid, alkaloid dan senyawa nitrogen terkait, serta fenilpropanoid dan senyawa fenolat lainya,

Terpenoid dan steroid, terpenoid memiliki aktivitas fisiologi yang sangat berarti dalam dunia pengobatan tradisional. Komponen aktif nya bekerja untuk mengobati penyakit diabetes, berefek sitotoksik sehingga di pakai sebagai antitumor, mengatasi malaria, dan ganguan menstruasi. Saponin memiliki kemampuan menghemolisis sel darah menurunkan kadar kolestrol, mencegah penyempitan pembuluh darah jantung (arteroklerosis).

Alkaloid, ini adalah senyawa organik yang banyak di temukan dalam tumbuhan, alkaloid, alkali (basa) oid (menyerupai) merupakan senyawa yang memiliki aktivitas  yang menonjol dalam dunia pengobatan, beberapa senyawa nya yang kondang adalah nikotin, kafein, kokain, morfin, opium, kolkisin dan codein.

Senyawa Fenolat, dalam dunia pengobatan farmasi yang terkenal adalah flavonid dan tannin, flavonoid bertanggung jawab melindungi tanaman dari pengaruh buruk sinar ultraviolet dan berperan sebagai pemberi warna pada tanaman, flavonoid dapat bekerja sebagai antioksidan untuk mengedalikan radikal bebas, antivirus, antimikroorganisme, mengurangi pembekuan darah, melancarkan aliran darah, antiradang,memulihkan sel sel liver, antihipertensi, pereda sakit, antialergi, pembentukan estrogen.

Tanin berfungsi sebagai obat diare, penawar racun, antivirus, antikanker, dan antiHIV, tanin juga menghalangi penyerapan senyawa aktif codein dan ephedrine.

Tanaman obat adalah laboratorium farmasi terlengkap. Di dalam tubuh tanaman tersimpan lebih dari 10.000 senyawa organik  yang berkhasiat obat. Dan salah satu sifat senyawa adalah mudah berubah pada suhu tinggi, untuk itu kita lebih di anjurkan untuk mengkosumsi buah dan sayuran segar, atau yang mendekati bentuk aslinya, karena kandungan vitamin dan mineral nya yang masih terjaga.

(sumber, Herbal Indonesia Berkhasiat, trubus vol 10)

#kelebihan sayuran segar di banding multivitamin #kandungan senyawa dalam tanaman #manfaat senyawa dalam tanaman untuk pengobatan #keunggulan pengobatan alami

WhatsApp WhatsApp Kami